Kumpulan Cerita Orang Dewasa
Umum
Terjebak macet dijalan tol bersama pembantu
Aug 14th
Hari itu perasaan gua kesel banget, karena tadi sore, gua di telpon nyokap, disuruh jemput pembantu gua yang di pinjem sama tante gua selama 3 hari (karena tante ada pesta jadi biar ada yang bantuin)…huuuuh..gua dah bayangin, pasti macet banget nih jalanan…karena ini pas long weekend… segera setelah gua pulang kantor, gua langsung cabut kerumah tante gua yang kebetulan deket sama kantor gua di daerah cempaka putih..sampai disana, basa basi sebentar, gua langsung cabut deh, berdua dengan pembantu gua…karena takut jalanan bertambah macet… oh iya…pembantu gua bernama nani..umurnya sekitar 26 tahun, asal dari cianjur..gak terlalu tinggi, tapi bodynya lumayan berisi…dan kulitnya putih… dan seperti yang gua duga…pas masuk jalan tol cempaka putih menuju bogor..jalanan sudah macet…banget..yah dari pada bete..gua ajak ngobrol deh si nani pembantu gua.. “nan…kamu ngapain aja di rumah tante…? tanya gua.. “bantuin ibu masak mas..”jawab nani.. “wah pasti capek banget yah?” tanya gua lagi… “yah..sudah biasa kok mas” jawab nani… lalu timbul keisengan gua…lalu gua tanya lagi…cape tapi gak lemes kan he he..tanya gua sambil nyengir.. “hahh…maksud mas?? lemes gimana…” jawab dia sambil bingung.. “yah..kan ada cape yang bikin lemes..tapi biasanya cape yang begini cape enak…”sahut gua lagi..” ahh…bisa aja si mas..mana ada sih cape lemes More >
Wanita Desa Yang Sensual
Aug 14th
Kisah ini merupakan pengalaman pertamaku bermain cinta dengan wanita selain istri, peritstiwa itu sendiri terjadi kira-kira 3 bulan yang lalu disuatu daerah di Jawa Tengah, diawali dari adanya tugas kantor yang mengharuskan aku untuk melakukan suatu training untuk beberapa cabang di daerah. Saat itu menginap di hotel kota S dan kadang tidur dikantor/unit yang ada di desa.
Kejadian ini bermula secara tidak sengaja waktu aku nginap di desa A, yaitu paginya hari Sabtu yang ternyata merupakan hari pasaran untuk desa A sehingga aku tidak melepaskan kesempatan untuk melihat keramaian di pasar…begitu asiknya memperhatikan barang dagangan yang ada tanpa sengaja menabrak ibu yang belanja, sehingga semuanya tumpah termasuk gelas yang baru dibelinya…..karena merasa bersalah maka saya memaksa untuk mengganti gelas tersebut, nama ibu itu sebut saja Ibu Mirna dengan usia kira2 41 tahun dan setelah menyebutkan letak rumahnya yaitu di ujung jalan desa belok ke kiri, saya berkata akan datang sore nanti untuk mengganti gelas yang pecah.
Jam 4 sore setelah mandi, langsung berangkat ke rumah Ibu Mirna dan ternyata rumah tersebut terletak di ujung jalan yang cukup sepi, ditemui oleh seorang lali-laki yang berusia kira2 50 Th yaitu bapak Najib yang ternyata suami Ibu Mirna setelah menjelaskan maksud kedatangan saya, terjadilah obrolan More >
Mengalir Bagaikan Air – Chapter 7
Aug 9th
*****
Kiki bangun pertama kali keesokan paginya dan menemukan dirinya meringkuk manja dalam pelukan hangat Johan. Kamar ini, yang dikelilingi sebagian besar oleh jendela dibanjiri oleh rasa hangat dari sinar mentari pagi yang baru terbit.
Saat dia berbalik dalam pelukannya, mata Johan yang masih ngantuk mulai terbuka dengan malas dan kemudian tersenyum padanya. Kiki teringat semua kejadian semalam, dia tidak bercinta dengan pria ini, belum.
Kiki mencium bibirnya dengan mesra dan berbisik, “Johan, terima kasih untuk yang semalam.” Dia berusaha hati-hati agar tidak membangunkan Dany dan Dina di sisi lain ranjang ini. “Rasanya… sangat indah dan manakjubkan.”
Mereka saling berciuman lagi, dan tiba-tiba perasaan sedikit bersalah merasuki Kiki. Sekarang sudah pagi. Sekarang waktu untuk kembali ke kehidupannya yang normal sebagai seorang isteri yang setia dan mengabdi. Tapi hasratnya bercampur dengan kebimbangan dan itu terlalu berat untuk dihadapinya. Dia berbisik, “Kita tidak boleh menceritakan hal ini pada Hendra.”
Johan, menganggapnya tentang kejadian pada malam sebelumnya, dan dia terkejut saat Kiki menggerakkan kakinya melewati tubuhnya dan kemudian menindihnya. Seakan takdir sudah digariskan, dia sudah ereksi dan siap untuk melaju, tubuhnya yang masih terasa pegal sudah jadi persoalan yang lain lagi. Dan tentu saja, semua itu sirna dalam sekejap begitu bidadari yang gemulai ini mulai merendahkan selangkangannya beserta More >
Mengalir Bagaikan Air – Chapter 6
Aug 9th
Saat Kiki terbangun, dia berada sendirian di ruang tengah ini, sebuah selimut hangat menutupi tubuhnya. Sebuah lampu temaram menyinari ruangan ini. Dia nggak tahu jam berapa sekarang ini, kepalanya masih terasa pusing karena minuman yang dikonsumsinya sebelumnya.
Dia bangkit, melilitkan selimut menutupi tubuh telanjangnya, dan merasakan sperma Ahmad meleleh turun di pahanya. Setengah tersenyum pada dirinya sendiri, mengingat persetubuhan yang dahsyat, dan kemudian melangkah pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Membasuh wajahnya dengan air, Kiki bertanya pada dirinya, “Apa yang kamu lakukan, Ki? Kamu sudah menikah.” Dia sadar jika apa yang sudah diperbuatnya sebelumnya tadi sepenuhnya salah. Belum pernah dia menghianati Hendra atau pada semua kekasihnya sebelumnya, dan sekarang telah dia biarkan dua orang pria berejakulasi di dalam rahimnya… tanpa perlindungan… belum lagi dia juga telah berikan sebuah oral seks pada adik suaminya.
Tapi untuk sebuah alasan yang aneh, dia tidak merasa begitu bersalah seperti yang dia kira seharusnya terasa. Hendra pergi sudah sebulan lamanya meninggalkan dirinya saat ini, suaminya juga yang sudah ‘memaksanya’ untuk datang kemari. Dia menggelengkan kepalanya, menatap matanya dalam pantulan cermin. Dia tahu bahwa untuk waktu sekarang ini, di tempatnya berdiri, dia tidak menyesali apa yang telah dilakukannya. Segalanya terasa menyenangkan. Ini adalah kesenangan terbesar yang pernah dialaminya More >
Mengalir Bagaikan Air – Chapter 5
Aug 9th
Dany dan Kiki turun untuk berkumpul kembali dengan yang lain setelah menghilang kurang lebih setengah jam. Sebuah handuk membungkus tubuh Kiki, melilit hingga atas belahan dadanya. Dia menemukan sebuh penjepit rambut di kamar mandi dan menguncir rambutnya ke belakang. Saat menuruni anak tangga yang menuju ke ruang tengah, dia merasa bagaikan seorang putri, dan ini bukan hanya karena ‘pakaian’ yang dikenakannya. Pada sofa di bawahnya, sekali lagi, terpampang adegan yang membuat vaginanya basah kembali.
Si keturunan timur tengah yang berkulit gelap itu duduk dengan posisi kedua kaki terpentang lebar, telanjang seutuhnya dan memperlihatkan ereksi yang sungguh mendebarkan hati. Dina berada di lantai di antara pahanya, sedang sibuk menjilati batang ereksi luar biasa itu. Dia masih tetap memakai g-string biru kecilnya, tapi jemarinya terlihat jelas sedang sibuk juga di balik kain sutera tipis itu.
Duduk di kursi yang bersebelahan dengan sofa itu, Johan, yang celana renangnya sudah turun hingga lututnya dan sedang sibuk mengocok batang penisnya sambil melihat adegan di hadapannya. Kiki terpaku di tangga sampai Dany menarik tangannya dan menuntunnya turun.
Johan segera beranjak mengambil handuk saat Dany dan Kiki menghampiri mereka. Dia menawarkan minuman pada mereka, dan tentu saja kedua temannya menyambutnya dengan suka cita. Saat dia kembali dengan membawa vod** tonic, More >

