Kumpulan Cerita Orang Dewasa
Tukar Pasangan
The Fantasy Reality – 3
Jan 18th
The Fantasy Reality – 3
Dari bagian 2
Ia kemudian berbalik menghadap kami, dan berjalan menghampiri Sonny. Ia lalu berjongkok di antara selangkangan Sonny yang duduk di pinggir ranjang bersamaku menonton aksinya. Celana Sonny dibukanya dan penisnya dielus dan diremas lembut.
Kulihat kepala penis Sonny sudah sangat basah, dan makin basah karena sekarang Rara mulai menjilatinya. “Ahh, Raa.. terus sayanghh..” Sonny menggelinjang nikmat dan aku mulai mengocok penisku perlahan. “Enak, Son? Hmm? Mau diisep lagi kayak kemarin?” Rara dengan seksinya melirik ke arah Sonny. “Yess.. please, babe.. suck my cock..” Tidak perlu disuruh dua kali, Rara mengulangi aksinya. Tapi kali ini hanya sebentar saja. Mungkin dia takut Sonny keburu keluar lagi.
Tidak berapa lama kemudian, Rara menelentangkan tubuhnya di lantai kamar yang berlapis kayu sambil meremas-remas dadanya, dan tangan yang satunya bermain lincah di vaginanya. Kami ikut bertelanjang bulat sambil duduk di sebelah kanan dan kirinya.
Beberapa saat kemudian Rara mulai mengerang dan menggelinjang. Napasnya terengah-engah dan mukanya memerah. Pinggulnya terangkat-angkat dan membuat gerakan memutar perlahan. Remasan di dadanya mulai agak kasar. Puting susunya dipelintir olehnya sendiri, dan vaginanya mulai mengeluarkan cairan kental dan berbau khas. Dia sudah diambang orgasme. Sonny dengan sigap menangkap kedua tangannya dan langsung menindihnya.
Dengan satu hentakan, penisnya menyeruak ke dalam More >
The Fantasy Reality – 2
Jan 18th
The Fantasy Reality – 2
Dari bagian 1
Sekembalinya kami dari toilet, kulihat para istri kami sedang asik ngobrol dengan tiga orang lelaki keturunan India. Ayu diapit oleh dua orang dan yang seorang lagi duduk di sebelah Rara. Dari gayanya, kami tahu bahwa India-India iseng itu mengira istri-istri kami adalah cewek-cewek gampangan. Tangan seorang yang duduk di sebelah Ayu malah sudah diletakkan di atas paha Ayu. Kulihat Ayu mencoba menepisnya, tapi tidak dengan sepenuh hati. Mungkin dia suka juga? Yang duduk di sebelah Rara masih agak sopan, dan hanya memeluk bahunya. Kulihat Rara agak menjauh sedikit dan melotot galak ke arah India gokil itu.
“Wow, dude.. bisa keduluan sama India-India bangsat itu nih, gue.” Sonny nyeletuk asal sambil bergegas ke arah Ayu dan Rara. Aku mengikutinya perlahan. Kupikir, the more, the merrier. Kulihat Sonny berbicara sesuatu dengan orang-orang itu, dan lalu mereka ngeloyor pergi sambil tertawa-tawa. Kedua istri kami pun ikut tertawa lebar.
“What’s up, Son?” tanyaku setelah duduk lagi, kali ini di sebelah Ayu. “Nggak, gue bilangin aja kalo dua cewek ini udah kita sewa buat seminggu. Udah lunas, pula. And we’re sorry but we’re not sharing them with anybody.” “Emang gila deh lu, Son.” Rara berkomentar sambil masih tertawa. “Tapi suka kaann..” Sonny More >
The Fantasy Reality – 1
Jan 17th
The Fantasy Reality – 1
Baru tiga bulan aku menikah dengan seorang gadis cantik keturunan Chinese bernama Tiara, pangilannya Rara. Aku sendiri pria keturunan Chinese bernama Reno, dengan tinggi badan 185 cm, atletis. Aku memimpin suatu perusahaan yang aku rintis sendiri bersama dengan kawan-kawanku dan lumayan sukses. Usiaku saat ini 28 tahun. Tiara adalah seorang gadis yang berwajah oriental dan cantik, yang berusia 25 tahun. Dengan kelembutannya, dan tinggi badan 170 cm, berat 47 kg, kulit putih mulus dan dada berukuran 34C, membuatnya sempurna untukku. Pernikahanku yang baru seumur jagung ini tentulah sangat dipenuhi oleh kemesraan dan kegembiraan yang nyata dalam kehidupan kami. Fasilitas rumah besar dan dua mobil mewah dari orang tua kami melengkapi semuanya itu.
Kehidupan sex kami juga cukup luar biasa, dimana hampir setiap malamnya (dan terkadang paginya) kami lalui dengan cumbuan, foreplay dan orgasme demi orgasme yang sangat memuaskan kami berdua. Tapi aku punya suatu fantasi yang agak keterlaluan sebetulnya; yaitu aku ingin menonton istriku yang cantik ini disetubuhi oleh lelaki lain yang dalam bayanganku adalah seseorang yang berusia muda, ganteng, tegap, dst. Aku ingin melihat istriku mengalami orgasme dan memberikan kepuasan kepada lelaki itu di hadapanku. Fantasi itulah yang biasanya selalu berhasil mengantarku ke orgasme yang hebat, baik More >
The ‘Enduro Racers’
Jan 17th
The ‘Enduro Racers’
HP-ku berdering. “Koswara”, kulihat nama di layar, dan aku gembira sekali dibuatnya. “Mail, jadi nggak tarung kita malam ini?” katanya sambil tertawa tawa. “Siapa takut?” jawabku. Lalu Koswara berkata, “Jangan lupa bawa Sri, ya?”. “Jangan kuatir, aku sudah bicara dengan dia, dan setelah kubujuk, dia setuju untuk ikut dalam ‘pertarungan’ kita. Bagaimana dengan Mina-mu?”. “Beres” katanya. Lalu, “Sampai jam delapan nanti, di lokasi biasa!” dan Koswara menutup pembicaraannya.
“Hmm, masih jam enam”, pikirku sambil berjalan ke ruang tengah dimana kulihat kekasihku sedang membaca email dari sahabat-sahabatnya sambil duduk di sofa dimana kami biasa memadu kasih. Aku mengendap-endap dan kemudian dari belakang kusambar tengkuknya dengan ciuman dan tanganku langsung menyambar payudaranya dan meremasnya dengan halus namun dengan perasaan gemas. “Aihh..” dalam keterkejutannya, Sri berseru. Namun setelah sadar, dia lalu menyimpan laptop tersebut di sampingnya seraya berkata, “Kang, kamu senengnya bikin kaget orang aja.. Ya sudah, mendingan kita makan malam dulu yuk!” ajaknya sambil melepaskan tanganku dari buah dadanya.
Salah satu hal yang menggairahkan dari Sri adalah bahwa dia tidak pernah menggunakan bra di dalam rumah, kecuali kalau ada tamu. Jadi karena T-shirt yang digunakannya terbuat dari bahan yang tipis, yang tadi kurasakan pada genggaman tanganku adalah sensasi indah yang hanya dikenal More >
Tetangga Idaman
Jan 17th
Tetangga Idaman
Kurasa tidak perlu aku ceritakan tentang nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usiaku sekarang sudah mendekati empat puluh tahun, kalau dipikir-pikir seharusnya aku sudah punya anak, karena aku sudah menikah hampir lima belas tahun lamanya. Walaupun aku tidak begitu ganteng, aku cukup beruntung karena mendapat isteri yang menurutku sangat cantik. Bahkan dapat dikatakan dia yang tercantik di lingkunganku, yang biasanya menimbulkan kecemburuan para tetanggaku.
Isteriku bernama Resty. Ada satu kebiasaanku yang mungkin jarang orang lain miliki, yaitu keinginan sex yang tinggi. Mungkin para pembaca tidak percaya, kadang-kadang pada siang hari selagi ada tamu pun sering saya mengajak isteri saya sebentar ke kamar untuk melakukan hal itu. Yang anehnya, ternyata isteriku pun sangat menikmatinya. Walaupun demikian saya tidak pernah berniat jajan untuk mengimbangi kegilaanku pada sex. Mungkin karena belum punya anak, isteriku pun selalu siap setiap saat.
Kegilaan ini dimulai saat hadirnya tetangga baruku, entah siapa yang mulai, kami sangat akrab. Atau mungkin karena isteriku yang supel, sehingga cepat akrab dengan mereka. Suaminya juga sangat baik, usianya kira-kira sebaya denganku. Hanya isterinya, woow busyet.., selain masih muda juga cantik dan yang membuatku gila adalah bodynya yang wah, juga kulitnya sangat putih mulus.
Mereka pun sama seperti kami, belum mempunyai anak. Mereka pindah More >
