Sedarah

ibu_tiri_mama_tiri

Ibu Tiri

Cerita ini berawal karena aku sering menonton film-film porno yang aku dapatkan di website website orang dewasa.

Namaku andreas sekarang berumur 17 tahun. Sewaktu aku berumur 13tahun ayah sudah bercerai dengan ibu.. dikarenakan hubungannya yang tidak cocok lagi. Ayah merawatku sendiri hingga aku berumur sekarang ini. Ayahku berumur 40 tahun, Aku tidak pernah menyangka jika ayahku mempunyai pacar lagi dan yang aku sangat tidak percaya pacar ayahku itu ternyata masih muda. Seorang mahasiswi di fakultas ekonomi di universitas X. yang umurnya baru 26 tahun. Dan sekarang wanita itu menjadi ibu tiriku yang menggantikan ayahku untuk merawatku.

Siang itu cuaca sangat bagus, tidak terlalu panas dan tidak terlalu sejuk. Kebiasaanku di siang hari iyalah menonton film porno yang aku download dimalam hari. Setelah sering menonton film, aku menjadi sangat penasaran dengan hubungan real suami istri dalam bercinta. Karena aku sering lihatnya film saja. Tiba-tiba niat jahat timbul dalam pikiranku untuk mengintip ayahku bercinta dengan ibu tiriku.

Malam itu aku tidak bisa tidur karena cuaca sangat panas sekali, dan kebetulan kamar ku tidak memakai ac, soalnya aku juga tidak bisa tidur kalo udaranya dingin sekali. Jadi ku putuskan untuk berinternet ria diruang kerja.

Sewaktu aku melintas dikamar ayahku. Aku melihat lampu kamarnya masih menyala. Aku terdiam sejenak More >

Ku kerjai mbak dina kakak iparku

Aku seorang lelaki berusia 35 tahun, sudah beristeri dan mempunyai 2 orang anak. Kehidupan rumah tanggaku tergolong normal normal saja termasuk dalam masalah kehidupan seks. Kata orang aku ini ganteng dan atletis, ditambah dengan kedudukanku di perusahaan yang cukup lumayan sebenarnya banyak sekali cewek yang naksir kepadaku, tapi aku ini type orang yang alim dan setia sehingga sampai saat ini tidak terlintas dibenaku untuk berselingkuh.

Sebagai laki laki normal tentu saja aku mempunyai ketertarikan terhadap lawan jenis terutama cewek yang cantik dan seksi, tapi sebatas hanya menyukai dan mengagumi kecantikan mereka, paling banter Cuma sebatas mengkhayal bisa bercumbu dengan mereka.

Salah satu cewek cakep yang paling aku sukai adalah kakak iparku sendiri yaitu kakak kandung isteriku. Orangnya cantik, putih mulus dengan tubuh yang sintal berisi sangat seksi sekali. Yang menambah rasa suka ku kepadanya karena sifatnya yang sangat terbuka suka bercanda, orangnya gesit sangat aktif dan mandiri. Secara fisik sebenarnya sangat mirip dengan isteriku, Cuma isteriku mempunyai sifat sebaliknya yaitu agak tertutup, pendiam dan sangat penurut.

Itulah yang kadang-kadang sering membuatku berkhayal bisa bercumbu dengan kakak iparku yang lincah dan energik. Aku suka mencuri curi pandang kalau pas ke rumahnya, maklum kalu dirumahnya dia suka pake baju daster rumahan, sering kalau lagi ngobrol More >

Yanti dan Mertuanya

Yanti dan Mertuanya

Kisah ini saya susun berdasarkan fakta yang saya dapat dari cerita pribadi salah seorang bekas teman karib semasa kuliah dulu. Ia baru saja menikah sekitar satu setengah tahun lamanya. Yanti nama temanku itu. Sementara suaminya bernama Pras. Kejadiannya bermula ketika Pras mendapat tugas luar kota dari kantornya, di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Pras memang biasanya dapat pergi tiga sampai empat hari. Seandainya pulang pun hanya beberapa jam saja, kemudian berangkat lagi. Sebagai seorang isteri, Yanti tidak dapat melarangnya, apalagi itu urusan kerja. Maklum, yang dilakukan itu ada kaitan dengan promosi terhadap diri Pras menjadi Area Sales Manager dalam waktu dekat. Yanti tentu saja merasa ikut senang mendengar akan hal itu, sehingga ia memberikan kebebasan waktu pada Pras untuk meningkatkan prestasinya.

Karena kesibukannya itu, Pras sering melupakan hak Yanti sebagai seorang isteri. Hari-hari Yanti penuh dengan kesepian. Apalagi buah perkawinan mereka belum juga ada. Akhirnya Yanti menggunakan waktu sepi itu untuk berbagi rasa dengan mertuanya, Prambudi. Prambudi sudah sangat berumur, karena usianya sudah hampir mencapai setengah abad. Prambudi saat itu sudah hidup sendiri tanpa pendamping hidup, karena isterinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Kebetulan Prambudi tinggal serumah dengan mereka. Obrolan serta gurauan, hampir mereka lakukan setiap hari, More >

Widya, Istri Sepupuku – 3

Widya, Istri Sepupuku – 3

Lanjutan dari bagian 2

Kedua tangan Teh Widya memelukku erat-erat. Kadang sesekali, jari-jemarinya mencakar punggungku, kadang membelai, dan kadang mencubit nakal pantatku. Entah berapa lama, gaya ini kami lakukan terus. Akhirnya aku mengambil inisiatif. Aku lepaskan pelukan Teh Widya. Kemudian aku sedikit menegakkan tubuhku sehingga aku dan Teh Widya membentuk sudut 45 derajat. Aku angkat kedua kaki Teh Widya, dan aku letakkan di bahuku Masing-masing. Kedua tanganku menahan beban tubuhku ke tempat tidur. Kini pompaku berjalan agak sedikit lebih cepat. “Ah.. ohh.. wowww.. aduh sayang.., terus sayang..teruuss..!” Teh Widya meracau terus yang membuatku semakin gila. Keringat kami mulai bercucuran deras. Teh Widya hanya bisa meremas-remas bedcover ku. Aku pompa terus memek Teh Widya.

“Crop.. chop.. chop.. chop..!” Suara yang dihasilkan dari kehangatan memek Teh Widya dan genjotan Kontolku membuat suasana menjadi semakin hangat. Aku rasakan surga yang amat sangat. Betapa kontolku serasa di kempot-kempot dan serasa akan dihisap kedalam lubang surga Teh Widya. Rasa hangat yang asalnya hanya di kemaluanku kini mulai menjalar ke tubuhku. Memek Teh Widya ibaratkan mesin sex yang sempurna. Kontolku serasa di pijit-pijit, di sedot, di tekan, dan kadang dengan gerakan pantat Teh Widya seakan kontolku di putar didalam memek Teh Widya. Gerakanku mulai kencang More >

Widya, Istri Sepupuku – 2

Widya, Istri Sepupuku – 2

Lanjutan dari bagian 1

“Hi.. hi.. hi, hi..!” Bidadari itu tertawa lirih kegirangan melihat diriku yang benar-benar tak berdaya. Tapi tak lama kemudian dengan sedikit kesempatan, ketika Sang dewi kecantikan itu mulai jongkok lagi, aku berhasil menggigit sisi sebelah kiri bagian bawah celana dalam Teh Widya. Hal itu membuatnya tak bisa bediri lagi. “Tuh, khan kamu memang nakal.. tapi kamu pintar koq.”, ujar Teh Widya. “Lepasin dulu dong gigitan kamu..!” Aku tak peduli, aku sudah kepalang, aku teris menggigit celana dalamnya. “OK, deh.., kalo memang itu yang kamu mau..!”, kata Teh Widya. Akhirnya dia berusaha berdiri dengan perlahan sehingga celana dalamnya mulai terlepas dari selangkangannya. Tampak olehku secara perlahan.

Belahan surgawi yang sangat indah itu membuatku nggak keruan. Setelah terlepas total, aku menggelengkan kepala ku kekiri untuk membuang celana dalam itu kesebelah kiri kepalaku. Sejenak Teh Widya menggoyang-goyangkan pinggulnya dan memamerkan keindahan belahan surga itu kepadaku. Aku nikmati keindahan itu sambil beberapakali menelan ludahku. Teh Widya mencukur habis bulu-bulu kemaluannya, dan hanya menyisakan sedikit bulu-bulu halus yang tumbuh diantara pusar dan kewanitaannya. Tak lama kemudian Teh Widya berjongkok dan mendekatkan celah surgawinya ke mulutku. Aku langsung tahu apa yang harus kulakukan. “Kamu pasti pengen ini khan sayang?”, tanya Teh More >