Kumpulan Cerita Orang Dewasa
Pesta Sex
Sensasi melihat istri bercinta dengan orang lain – Episod I
Aug 18th
sensasiku melihat istriku bercinta dengan orang lain, Cerita ini bermula ketika aku dan istriku sudah membina rumah tangga selama 2 tahun. Aku bernama Tommy dan Istriku bernama Audrey, umurnya saat ini 27 tahun, berwajah cantik, kulitnya putih, tinggi badan sekitar 165cm, rambutnya sedikit lebih panjang dari bahu. Kehidupan kami berumah tangga sangatlah baik, kami termasuk keluarga yang mapan. Sebagai istri, Audrey adalah istri yang baik, ia adalah seorang wanita yang alim dan sopan. Untuk urusan ranjang, Audrey dapat dikatakan bukanlah seorang ahli, laki-laki pertama yang menidurinya adalah aku yaitu pada saat malam pengantin kami. Dua tahun kehidupan perkawinan kami berjalan baik-baik saja, kami belum mempunyai keturunan, mungkin kekurangannya adalah kehidupan seks kami terlalu biasa-biasa saja.
Kami mungkin hanya berhubungan badan sekali dalam 2 minggu dan itupun hanya dengan cara yang sangat konvensional yaitu posisiku di atas dan dia di bawah. Audrey tidak menyukai atau bahkan dapat dikatakan tidak mau dengan gaya lain selain gaya konvensional tersebut. Entah kenapa setelah 2 tahun berumah tangga, pada waktu berhubungan badan dengan Audrey, aku selalu membayangkan Audrey sedang disetubuhi laki-laki lain, dan hal tersebut terus berulang sampai-sampai pada saat sedang tidak berhubungan badanpun dengan Audrey aku selalu memikirkan bagaimana rasanya melihat Audrey disetubuhi laki-laik lain. More >
Mengalir Bagaikan Air (Part 1)
May 24th
“Apa nanti nggak terlihat aneh?” tanya Kiki pada suaminya di telpon. “Aku rasa tidak. Kamu kan sudah tahu siapa adikku. Jadi tidak harus sama aku untuk pergi ke sana kan?” “Memang sih,” jawab Kiki, sambil memainkan kabel telpon. “Lagian dulu kamu juga sudah pernah melihat pembukaan pertandingannya bareng mereka juga. Jadi sekarang sama saja kan kalau kamu pergi sendiri untuk lihat finalnya.” “Ok, aku paham maksudmu, sayang. Meskipun dulu ada kamu, cuman? aku akan jadi satu-satunya wanita di sana.” “Oh, kamu salah. Dina kan ikut juga ke sana.” “Oh baguslah, sempurna.” jawab Kiki, dengan nada suara sedikit tajam. Wanita genit itu, batin Kiki. “Aku tahu, kamu dan Dina? agak kurang cocok, tapi sebenarnya dia wanita yang baik. Kamu hanya perlu lebih mengenal dia Ki.” “Hendra,” Kiki hampir mulai memprotes, tapi ditahannya dirinya. Sudah terlalu sering pembicaraan tentang hal ini berakhir dengan pertengkaran, dan dia sudah memutuskan kali ini harus berakhir bahagia. “Kamu mungkin benar. Setidaknya, lebih baik nonton finalnya bersama-sama dari pada sendirian saja.” “Aku harus pergi, sayang. Selamat bersenang-senang!” “Pasti.” Kiki berusaha untuk terdengar gembira. “I love you.” “I love you, too.”
Hendra sudah pergi sangat lama, pikir Kiki. Bicara lewat telpon memang bagus, tapi dia merindukan kehadirannya secara fisik. More >
Nikmatanya tidur dengan pembantu dan baby sitter
May 22nd
Hai nama saya andi, Saya mengucapkan terima kasih yang mereply dan membaca kisah sex saya dengan paini (baca cerita paini, si pembantu pemuas nafsu)
nafsu). Sesuai dengan janji saya, saya akan menceritakan kisah sex saya dengan ina, baby sitter paman saya yang ada di Ibukota. Ina ini
mukanya cantik sekali, rupanya menurut saya telah mengalahkan pembantu saya, paini. Tetapi, kalau masalah badan, Paini tetap nomor satu.
Sejak saya memerawani paini, dia menjadi lebih care dengan dirinya seperti mencukur bulu kakinya, memakai body lotion, menggunkan cutex,
meminum jamu perapet vagina biar liangnya tetap memuasaka aku, menggunakan bedak untuk vaginanya, pintar berdandan, bahkan yang tadinya risih
dengan payudaranya sekarang dia merasa bangga dengan payudaranya, sekarang dia menggunakan gel untuk mengencangakan dan membesarkan
payudaranya serta menggunakan penyangga dada agar pertumbuhan dadanya terarah dan biar tambah kenyal. Rupanya cara ini terbukti, Dari Cupnya
B, sudah berubah menjadi C, sehingga ukuran Branya sekarang 36C, serta tambah kenyal (sangat-sangat kenyal) sekali bila saya meremasnya, dan
apabila melewati jalan berbatu atau polisi tidur, para pria tidak lagi melihatnya karena payudaranya terlihat seperti batu tidak bergoyang
karena menggunakan penyangga payudara dan sikapnya berubah, dari yang Ndeso, sekarang ia percaya diri. Dia juga tidak menggunakan Bra lagi
karena saya larang dan seluruh CDnya saya suruh buang dan saya belikan More >
3 Gadis SMA : Vani, Chintya, dan Icha
May 19th
Cerita berikut hanyalah fiksi semata, apabila ada kesamaan nama, tempat, cerita, dan kejadian, merupakan ketidaksengajaan belaka. Cerita ini dibuat atas dasar MUPENG belaka. Bagi yang tidak suka, gak perlu baca!
Baiklah, cerita dimulai…
Kenalin, namaku Ramon, gue masih pelajar SMA. Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik seperti yang diharapkan orang tua saya saat berpamitan. Di gerbang saya bertemu dengan Vani, teman sekelasku, akupun berjalan bersama Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya.
“Cantik banget sih, Vani…” “Eh, aku belum mandi aja dibilang cantik, gimana kalo aku udah make over ya??” “Belum mandi??? Jorok banget sih…” Ejekku “Kayak kamu bersih banget, biasanya kamu kan bau, apalagi kalo abis pelajaran olahraga, mana sering deket-deket ce lagi pas abis olahraga” Balasnya “Sialan nih…” Pikirku, “Ya iyalah… Namanya juga co, pasti bau dong abis olahraga…” “Ah… Si Ucup aja ga bau kalo abis olahraga…” “Enak aja, mau kamu sama dia? Cakepan juga aku” “Iya juga ya… Cakepan kamu, hehehe” “Iyalah… Ramon kok, mana ada tandingannya… Hehehe…” “Haha… Kamu narsis banget sih jadi co…” Katanya sambil mencubit “Ih… Geli deh… Kamu juga lucu deh…”
Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun belajar di kelas sampai pulang, saat jam belajar, entah kenapa Vani More >
Petualangan Isteriku Disebuah Pesta Pantai
May 1st
Sekitar satu minggu yang lalu isteriku, Dayu dan aku diundang hadir ke sebuah beach resort bersama dengan rekan-rekan kerjanya. Isteriku bekerja pada bagian marketing di sebuah perusahaan besar yang sangat sukses beberapa tahun belakangan, dan hal tersebut berimbas pada kesejahteraan karyawannya yang semakin naik dan beberapa bonus juga, salah satunya adalah perjalanan ke resort kali ini.
Aku sangat bergairah untuk pergi, meskipun dia merasa khawatir bertemu dengan rekan-rekan kerja isteriku. Kantor Dayu bekerja sangatlah berkultur informal, dan kadang Dayu cerita padaku tentang semua godaan dan cubitan yang berlangsung selama jam kerja. Aku bekerja pada sebuah firma hukum, yang sangat disiplin dan professional, dan bercanda apalagi saling goda merupakan hal yang tak bisa ditolerir dalam perusahaan. Dan hal itu mempengaruhi sikap dan perilakuku dalam keseharian, aku menjadi seorang yang tegas dan formal. Aku tak begitu yakin bisa berbaur dengan rekan kerja Dayu nanti.
Dayu sendiri adalah seorang wanita periang dan mudah bergaul. Berumur 30 tahun, potongan rambut pendek seleher dan berwajah manis. Dia agak sedikit pendek dibawah rata-rata, pahanya ramping yang bermuara pada pinggang dengan pantat yang kencang. Sosok mungilnya berhiaskan sepasang payudara yang lumayan besar dan namun bulat kencang meskipun tanpa memakai penyangga bra. Kami berjumpa dibangku kuliah dan menjadi dekat dalam More >

