Kumpulan Cerita Orang Dewasa
Masturbasi
Vita: Masturbasi Pertamaku
Jan 17th
Vita: Masturbasi Pertamaku
Nama saya Vita. Kisah saya sudah dua yang dibagi di dalam 17Tahun.com tetapi diceritakan oleh teman saya si Arthur. Kisah saya berjudul “Arthur: Ski, Snow & Sex” dan “Arthur: Vita & Sex Pertama”. Kali ini saya ingin membagikan kisah saya secara tersendiri.
Nama asli saya bukan Vita, tetapi karena Arthur sudah memakai nick name itu untuk saya, ya saya tetap pakai nama Vita saja. Tinggi saya 168 cm, putih, rambut sebahu, dan sejak SMP orang-orang bilang saya mirip sekali dengan peragawati Donna Harun. Awalnya saya bangga dibilang begitu karena mirip peragawati tetapi lama kelamaan saya menjadi segan.
Pernah bulan lalu, mungkin karena saking miripnya dengan si Donna, seorang wartawan Infotainment melihat saya sedang Jalan-jalan di Plaza Senayan dan ia langsung menghampiri saya dan menanyakan sesuatu tentang fashion. Saya awalnya terheran-heran tetapi langsung saya bilang, “Salah orang, Mas!” hehehe..
*****
Saya suka sekali masturbasi. Sejak SMP gairah seks saya tinggi sekali. Tetapi saya bisa meredam gejolak seks saya. Saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang taat beragama. Pertama kali masturbasi terjadi ketika saya sudah lulus SMP. Waktu itu saya dan teman-teman (laki dan perempuan) sedang nongkrong di rumah teman setelah seharian mengurus STTB.
Si Harry datang dan membawa sebuah kaset video porno dan langsung menyetel film More >
Tegangan Tinggi
Jan 17th
Tegangan Tinggi
Saya seorang pria kelahiran Yogya usia 32, karyawan di Jakarta, tinggi badan 173 cm dengan berat hanya 56 kg (agak kurus) orang selalu bilang saya ini tampan, tapi memang, dulu saya atlet pemain volly ball dan punya club banyak di wilayah Jakarta Timur, saya mempunyai seorang istri dan saat ini telah mempunyai anak berusia 1 bulan. Saya memang penggemar pornografi, pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan seks. Berawal dari seja SMA kelas 1 saya sudah rajin onani, terkadang saya juga mengintip perempuan mandi dan pada saat SMA kelas 2 saya punya pacar dan sering melakukan oral seks. Jadi hingga saya mempunyai istri mulai bulan Juli 1999 yang lalu, baru merasakan nikmatnya berhubungan badan (bersenggama).
Jadi hampir selama 12 tahun lebih saya melakukan onani 2-3 kali dalam satu minggu, sampai pada saat inipun ketika pada suatu tekanan seks yang begitu tinggi saya terkadang langsung onani, seperti halnya pada saat membaca beberapa cerita di 17Tahun.com. Saya di kantor bisa leluasa membacanya, bahkan seharian saya bisa memakai komputer hanya untuk internet, kebetulan saya kepala seksi bidang TI. Jadi setelah membaca rubrik ini saya juga melakukan onani di kamar mandi di kantor. Saya sering berganti-ganti pacar pada waktu belum menikah juga tidak pernah berhubungan More >
Sum, Pembantuku yang Lugu 02
Jan 17th
Sum, Pembantuku yang Lugu 02
Sambungan dari bagian 01
“Sum.. kalau kamu sudah selesai membersihkan kaca jendela, mandi dulu, kemudian siapkan makanan yang kubeli tadi.” kataku setelah menyusun rencanaku. “Iya Mas..” sahutnya sambil tetap membersihkan kaca jendela yang tinggal sedikit lagi. Sesaat kemudian Sum masuk ke kamarnya, dan tampaknya dia bingung mendapatkan tasnya kosong, lalu memanggil diriku sambil membawa t-shirt, rok pendek, celana dalam yang seksi dan handuk.
“Mas.. Baju Sum kemana..?” tanyanya. “Oh.. bajumu itu tidak baik untuk dipakai di kota, Mas akan malu kalau nanti ada teman-teman Mas kesini.., jadi Sum pakai saja baju yang sudah Mas belikan untukmu ya..?” “Tapi..?” nampaknya Sum ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya. “Tapi apa Sum..?” “Kutangnya mana..?” “Wah Sum.. kamu kan masih kecil.., tidak perlu kamu menggunakan kutang itu, kutang itu pun sudah jelek sekali, dan itu akan menghalangi pertumbuhan buah dadamu.., sudahlah kamu pakai saja kaos yang kubelikan tadi.” kataku mencoba menjelaskan. “Tapi Sum malu Mas.., nanti akan kelihatan..” jawabnya malu. “Iya tidak Sum, justru akan kelihatan indah sekali kalau tubuhmu hanya dibalut dengan kaos yang kubelikan, percayalah..! Coba saja ya..? Dan kamu ganti baju yang sekarang kamu pakai, mungkin sudah bau keringat.” Akhirnya walau dengan berat hati, Sum masuk ke kamar mandi dengan membawa More >
Sum, Pembantuku yang Lugu 01
Jan 17th
Sum, Pembantuku yang Lugu 01
Cerita di bawah ini adalah pengalaman pribadiku.
Aku selalu membayangkan betapa nikmatnya hidup ini kalau aku bisa bebas melakukan keinginanku tanpa ada yang melarang, dan satu hal yang selalu kuinginkan adalah aku bisa sehari-hari hidup tanpa memakai busana, alias telanjang bulat. Dan hal ini baru dapat kulaksanakan setelah aku akhirnya memiliki rumah kontrakan sendiri. Sejak saat itu aku selalu membiasakan diriku hidup tanpa memakai busana, dan aku hanya menutupi tubuhku dengan sarung manakala aku berada di sekitar ruangan tamu, yang memang dapat terlihat dari arah luar melalui jendela kaca yang terhalang dengan vitrage. Namun ternyata setelah 2-3 bulan aku menjalani hidup seperti ini serasa ada yang kurang, karena segala sesuatu harus kulakukan sendiri, mulai dari mencuci baju, menyetrika, memasak air, sedangkan untuk kebutuhan makan kulakukan dengan makan di warung. Aku mulai berpikir untuk mencari pembantu yang dapat membantuku untuk melakukan kegiatan sehari-hari untuk kebutuhan hidupku.
Kemudian aku memutuskan mulai mencari pembantu yang sesuai dengan kebutuhanku. Sebelum aku melanjutkan ceritaku, aku ingin berbagi dengan para pembaca, aku adalah seorang lelaki berumur 38 tahun yang mempunyai libido yang besar, namun aku tidak suka menyalurkannya di tempat-tempat yang sering dikunjungi para hidung belang, selain takut membayangkan hal-hal yang negatif yang harus More >
Self Service
Jan 17th
Self Service
Aku hidup sendirian, dengan cara yang jauh lebih sederhana daripada ketika masih bersama orang tuaku. Sebagian besar gajiku habis untuk makan sehari-hari dan membeli pakaian. Sewaktu masih tinggal bersama keluarga, aku tidak begitu peduli dengan pakaian, sehingga tak banyak membelinya. Kini, setelah bekerja, aku memerlukan pakaian-pakaian yang sesuai. Selain itu, aku juga mulai menata masa depan: aku sekolah lagi, kursus bahasa Inggris. Setiap akhir bulan, hanya sedikit yang bisa kusisakan untuk menambah tabungan.
Paviliun tempat tinggalku tertata apik. Ada satu kamar tidur, dapur kecil, kamar mandi dan ruang tamu. Sepi sekali rasanya hidup sendirian pada bulan-bulan pertama. Tetapi entah kenapa, aku menyukai kesendirian itu. Terlebih lagi, baru kali ini aku merasa mengurus diriku sendiri, setelah sejak lahir diurus orang lain. Bahkan semasa remaja sampai menikah pun hidupku selalu diintervensi orang lain. Kini aku bebas, dan ternyata melegakan!
Kehidupan seks-ku kini muncul kembali, setelah lama tak tersentuh. Aku tidak mempunyai teman khusus pria, dan perlahan-lahan kebutuhan seks kupenuhi secara mandiri. Betul-betul lengkap rasanya kesendirianku, tak ada suami pemberi nafkah, tak ada laki-laki pemuas dahaga birahi. Semuanya kujalankan sendiri saja.
Jika birahiku datang, pada saat sendirian menonton televisi, aku akan menutup semua korden. Volume TV kubesarkan, lampu kumatikan. Duduk di sofa, kuangkat kedua kakiku, bersandar More >
