Archive for December, 2008

Modalku Disewa Perawan Tua – 2

Modalku Disewa Perawan Tua – 2

Dari bagian 1

Karena penasaran dan semakin tidak mampu menahan kerinduannya terhadap modal pokokku itu, akhirnya ia merangkulku dengan erat sekali, lalu membalikkan tubuhku ke bawah, lalu ia segera bangkit mengangkangiku, dan buru-buru ia mencari benda yang kupersewakan itu, apalagi sejenak ia rasakan sentuhannya tadi, mungkin kenikmatannya tidak bisa diukur.

Aku hanya pasrah membiarkan ia mencari kenikmatannya sendiri, lagi pula aku sejak tadi leluasa mempermainkannya dan bermain-main ke seluruh tubuhnya. Kini giliran Ani yang memainkan peranannya. Dengan kepala yang bergerak tak beraturan seolah sedang mabuk, Ani sedikit jongkok lalu meraba ke belakang mencari modalku yang sejak tadi berdiri tegang menunggu sentuhan tangan halus Ani, akhirnya Anipun menemukan dan meraihnya. Pegangannya erat sekali seolah ia tak mau lagi melepaskan dan dimundurkan pantatnya ke belakang, lalu mengarahkan ujung penisku ke lubang vaginanya yang tidak sabar lagi menunggu.

“Tidak ingin main-main dulu dengan modalku sayang? Melihat, mengocok dan mencium atau memasukkan ke mulutmu misalnya?” tanyaku merayu agar ia memainkan dulu penisku itu sebelum ia masukkan ke lubang akhirnya.

“Nanti ronde berikutnya sayang, aku passti melakukan apa yang kamu minta dan memakan ssekalipun. Tttapi aku saat ini sudah tak mampu lagi menahan nafsuku. Ingin rasanya aku segera menikmati puncak kenikmatan kita.. uuhh.. ehhmm.. More >

Lily Panther 20: Menembus Batas – 6

Lily Panther 20: Menembus Batas – 6

Dari bagian 5

Sodokan Dibyo dari belakang semakin lama semakin cepat dan keras, berkali kali penis Reno terpental dari mulutku saat kakaknya menghentak tubuhku. Cukup kewalahan aku menghadapi sodokan liar dari belakang sambil mengulum penis gede yang ada digenggamanku, justru aku lebih banyak memainkan lidahku menyusuri sekujur daerah kejantanannya.

“Bang gantian dong” pinta adiknya, meskipun mereka chinese, tapi Reno lebih sering memanggil kakaknya hanya nama atau Abang, mungkin karena mereka Chinese Medan. “Sebentar lagi” balas kakaknya.

Beberapa saat berlalu, Dibyo masih belum ada tanda memberi giliran pada adiknya, tak mau menunggu lebih lama lagi, Reno bergeser ke bawah dan berlutut disamping kakaknya, menunggu giliran dan ternyata si kakak mengalah, dicabutnya penisnya dan dia bergeser sedikit memberi ruang adiknya untuk menyetubuhiku dari belakang. Dibyo tetap berada disamping adiknya yang tengah mengocokku sambil mengelu elus punggungku.

Beberapa menit berlalu, apa yang tidak kubayangkan sebelumnya terjadi, ternyata mereka bergantian mengocokku dari belakang. Beberapa menit Reno mengocokku lalu diberikannya kesempatan berikutnya pada kakaknya, begitu sebaliknya.

Aku yang mendapat kocokan berurutan dari dua penis yang berbeda dan saling melengkapi, tak ayal lagi menggeliat dan menjerit histeris dalam nikmat yang tak terhingga, apa lagi saat pergantian yang begitu cepat, hanya dalam hitungan detik penis yang More >

Aske Bidadari Yang Terluka – 1

Aske Bidadari Yang Terluka – 1

Nama saya Lia, Cecilia Lengkapnya, mungkin para pembaca sudah banyak yang familiar dengan saya melalui kisah “Aske Yang Perawan” dan “Aske Dan Pegawai Baru” cerita ini merupakan episode terakhir dari kisah perjalanan hidupku dan Aske.

*****

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi saat aku terbangun dari tidurku yang lelap, aku masih enggan untuk bangkit dari tempat tidurku meskipun dering jam weker terus mengganggu telingaku.

“Uhh..!!” akhirnya aku bangkit juga dari tempat tidur, mengumpulkan tenagaku dan berjalan menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari Sabtu, aku belum mempunyai rencana untuk menikmati Weekend ini. “Enaknya ngapain yach hari ini” pikirku mencari ide sambil menggosok gigi, usai gosok gigi dan mencuci muka aku berjalan ke meja riasku, masih belum menemukan ide.

Kutatap wajahku dari cermin riasku.

“Lia.. Lia.. Kenapa kamu belum punya kekasih?” gumamku sambil termenung di depan cermin, kubuka kancing gaun tidurku satu persatu sampai terbuka seluruhnya, kupandangi buah dadaku sendiri yang tersembul dengan puting yang coklat kemerahan, aku memang punya kebiasaan tidak pernah memakai bra saat tidur. Kuremas dua gunung kembarku itu dengan ke dua tanganku, sambil mataku tetap memandangi cermin.

” Hmm.. Lumayan besar dan sekal” gumamku.

Buah dadaku memang berukuran lumayan besar hingga aku harus selalu mengenakan bra ukuran 36 B, More >

Masalahku dan Ibu Mertuaku

Masalahku dan Ibu Mertuaku

Sinopsis: Hidup di Villa Mertua Indah bersama istri yang sedang mengandung dan mertua yang menjanda memang kadang menimbulkan masalah. Apalagi bila ibu mertua berani menggoda menantunya untuk mengobati kesepiannya.

Aku tidak tahan lagi ingin menceritakan semua ini. Aku punya masalah yang sangat jarang terjadi. Aku sudah lama terjerat kasus ini dan selalu berusaha lepas tetapi selalu aku kembali terjerat dengan masalah ini seperti orang kecanduan.

Inti persoalannya adalah ibu mertuaku. Aku sudah menikah selama hampir 15 tahun dan dikaruniai 4 anak yang lucu-lucu. Sudah lama sebelum aku menikah dengan istriku ibu mertuaku sudah berstatus seorang janda yang relatif masih cantik dan memang kuakui tubuhnya menggairahkan.

Pada awal pernikahanku dengan istriku Yanti, segalanya begitu baik. Ibu mertuaku memang selalu berpakaian sopan dan tidak pernah menunjukkan hal-hal yang tidak baik. Tingkah lakunya selalu santun penuh sabar dan banyak memberikan pemikiran yang baik dan memang ibu mertuaku banyak disukai ibu-ibu RT di sekitar rumahnya.

Aku akui sampai sekarang memang aku belum mampu mempunyai rumah sendiri, sehingga sejak awal pernikahanku aku tinggal di rumah mertuaku. istriku adalah dua bersaudara, kakaknya juga perempuan ikut suaminya di pulau lain, sehingga memang ibu mertuaku kasihan kalau tinggal di rumah sendiri tanpa ada yang menemani.

Pada waktu itu memang aku selalu More >

Antara Jakarta dan Bandung 02

Antara Jakarta dan Bandung 02

Sambungan dari bagian 01

Perlahan, Merry membuka kancing depan celananya dan perlahan menurunkannya, akhirnya celana itu jatuh di kakinya, lalu dengan air mata meleleh di pipi Merry menarik turun celana dalamnya, sehingga sekarang ia betul-betul telanjang bulat. Merry berusaha menutupi kemaluan dan buah dadanya dengan tangannya. Tapi Botak menggerak-gerakan pisaunya, menyuruh Merry menurunkan tangannya. Merry langsung menurunkan tangannya, dan sekarang Botak dan Hitam berjalan mengelilinginya mengagumi tubuhnya.

“Coba sekarang Non berlutut dan merangkak ke temen saya di sana!” perintah Botak, dan Merry menuruti perintahnya, ia merangkak dengan tangan dan lututnya mendekati Hitam yang tinggi dan besar. “Nah, sekarang coba Non, masukin punya teman saya itu ke mulut Non. Jilatin sama isep, sampe dia keluar. Kalo nanti di keluar, Non musti telen semuanya, jangan sampe ada yang kebuang. Dan ati-ati jangan sampe punya temen saya itu kegigit. Kalo sampe kegigit, terpaksa saya potong puting susu Non!”

Merry kembali shock, ia belum pernah memasukkan penis ke dalam mulutnya. Perasaannya muak membayangkan memasukan penis ke dalam mulutnya, ia lebih ketakutan mendengar ancaman Botak yang akan memotong puting susunya jika ia tidak menuruti perintahnya. “Si, si, siap Tuan”, jawab Merry sambil meraih kancing celana Hitam. “Tunggu”, tiba-tiba Hitam berkata, membuat Merry berhenti kebingungan. “Minta More >