Kumpulan Cerita Orang Dewasa
Archive for September, 2008
Namaku Elang 01
Sep 30th
Namaku Elang 01
Namaku Elang. Usiaku saat ini awal tiga puluh. Bekerja di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Aku punya pengalaman yang ingin kuceritakan dan persembahkan kepada pengunjung setia cerita dewasa.
Pagi itu awal Mei, pukul 7:00, aku mendapat telepon yang tak kuduga-duga di kantor. (Memang aku biasa datang pagi untuk menghindari macet). “Hallo, siapa nih?” “Hai, lupa sama aku ya?” “Iya, siapa ya?” “Coba tebak. Masih ingat Ilen?” “Ilen?” “Iya. Yang tinggal di Wastu Kencana, Bandung.” “Oh, yang anak Inggris?” “He eh. Tapi kamu bukan dia. Karena aku kemarin ketemu dia di Bandung.” “Makanya. Tebak siapa aku. Ilen is the clue. Aku sobat baiknya. Anak Inggris juga.” Aku mencoba mengingat-ingat suaranya. Tapi tetap saja tidak ingat. Iyalah, mana aku ingat anak-anak angkatan 91. Lain jurusan lagi. “Sombong. Lupa ya sama aku?” “Aku nyerah deh.” “Ini Srida.” Srida. Emh, aku ingat dia. “Hai! Dimana kamu sekarang.” “Di kantor. Aku kerja di Jakarta sekarang.” “Dimana?” Dia menyebutkan nama sebuah bank asing dari Amerika yang sangat terkenal. “Hebat kamu. Boleh dong aku ambil kredit? Di bagian apa kamu?” “Cuma di bagian Telemarketing. Tapi lumayan deh.” “Dapat teleponku dari Ilen ya?” “He eh. Tiap pagi kutelepon dia. Dari kantor.” “Enak banget. Di kantorku, More >
Nafsu yang Tak Tertahankan Lagi
Sep 30th
Nafsu yang Tak Tertahankan Lagi
Saya adalah salah satu wanita muda yang berumur 20-an bekerja pada satu perusahaan swasta yang ternama di Jakarta Barat, daerah Kota. Rambutku hitam sebahu. Wajahku lumayan, banyak orang yang mengatakan aku cantik. Sepanjang umur ini, terus terang aku senang melakukan masturbasi dan belum mempunyai pacar sampai sekarang ini. Aku sering nonton blue film dan sering membayangkan bagaimana rasanya disetubuhi itu, tapi aku masih belum berani ambil keputusan tapi rasanya gatal seks tiap malam tak kusadari aku membuka baju sampai telanjang bulat dan melakukan masturbasi dalam keadaan mengangkang di atas ranjang dengan bantal guling di gosokkan ke bibir vaginaku sampai mencapai orgasme.
Pada suatu hari aku berkunjung ke rumah seorang teman sekantorku, seorang pemuda yang umurnya kira-kira sebaya denganku sebut saja namanya Irwan. Ia adalah seorang yang sangat rajin di tempat kerjaku, aku sangat menyenangi dirinya, ingin jadi pacarnya. Aku suka merasa horny kalau membayangi disetubuhi oleh laki-laki itu. Nah waktu aku sampai pintu rumahnya di daerah Gajah Mada, yang membukakan adalah adiknya, terus aku tanya di mana kakakmu terus dia bilang di atas loteng kamar, adik laki-lakinya tidak mengantarku, dia lagi asyik nonton TV. Aku langsung bergegas ke atas. Aku melihat suatu pemandangan yang sangat membuatku merasa basah. More >
Nafsu yang Mengatasnamakan Cinta
Sep 30th
Nafsu yang Mengatasnamakan Cinta
Sebelum aku memulai ceritaku ini maka pertama sekali aku mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bekas teman wanitaku yang menjadi objek dalam cerita ini. Bukan maksudku untuk merendahkannya, hanya tak enak rasanya jika aku hanya menjadi penikmat 17tahun.com tanpa berusaha untuk memperbanyak perbendaharaannya.
Kejadian terjadi sekitar tahun 1995, ketika itu aku duduk di semester V di sebuah PTN di Medan. Aku, mahasiswa yang tinggal pada rumah kost di sekitar kampus PTN tersebut. Aku berasal dari desa yang cukup populer sebagai pemasok mahasiswa-mahasiswa handal ke berbagai PTN di Indonesia. Jarak desaku sekitar 5 jam perjalanan dari Medan, dan kami biasanya untuk pulang menggunakan jasa angkutan mobil yang sekaligus mengantarkan koran untuk daerah tersebut, jadi berangkatnya sekitar jam 2 dini hari dan sampainya sekitar jam 7 pagi. Saat itu aku bermaksud untuk pulang ke desaku karena ada urusan yang hendak dikerjakan. Setelah memesan mobil untuk pulang (biasanya kami tinggal menelepon mobil untuk dijemput pada dini harinya) aku bersiap-siap untuk berangkat dan sekitar jam 01.30 WIB. Mobilnya datang kemudian aku naik dan hendak duduk di depan samping Pak supir, tetapi aku melihat sudah ada seorang gadis yang duduk di sana, jadi kuurungkan niatku untuk duduk di sana dan memilih untuk duduk di More >
Sambungan dari bagian 01
Sep 30th
Sambungan dari bagian 01
Cukup lama kami berdansa dan entah sudah berapa lagu kami lewati bersama namun aku tidak ingin segera mengakhiri foreplay ini karena aku ingin Susi lebih dapat menikmati keromantisan ini lebih lama lagi. Aku membimbingnya ke arah Sofa dan kududukkan Susi di pangkuanku, kami pun semakin tenggelam dalam suasana, namun aku tetap berusaha menguasai diri. Pangkal penisku tepat bersentuhan dengan vaginanya yang terasa sudah amat merekah karena rangsangan hebat dan lelehan mani Susi semakin deras terasa menetes ke “telor”-ku. Cumbuan demi cumbuan dan rabaan serta sentuhan sudah kulakukan terhadap Susi. Bibirku sudah pindah ke arah dada Susi kukulum payudara yang kiri dan tangan kananku memilin puting yang kanan, punggungnya aku beri sentuhan dengan tangan kiriku. Susi semakin tak mampu menguasai birahinya yang sudah di ubun-ubun tubuhnya menggelinjang hebat.
“Ooogghh.. aahhkkhh.. please.. masukin.. mass.. sshh,” desis Susi sambil menjambak rambutnya sendiri. Bibirnya mendesis tubuhnya ia jatuhkan ke belakang dan bertumpu pada lenganku. Kesempatan itu kugunakan untuk melirik ke arah vaginanya yang merekah menebar bau semerbak, aku tertegun sejenak karena sebelumnya aku belum pernah melakukan ini terhadap istriku atau wanita lainnya. Namun aku yakin (seperti di cerita-cerita situs ini) jika kujilat vagina Susi hal ini akan mampu membuat Susi menggapai orgasmenya More >
Nafsu Bukanlah Cinta 01
Sep 30th
Nafsu Bukanlah Cinta 01
Pembaca yang budiman, kisah ini adalah setengah nyata, jika ada kesamaan nama maupun tempat pasti hanya kebetulan saja.
Tanggung jawabku sebagai seorang Shipping Manajer menyebabkan aku punya banyak relasi bisnis dari perusahaan perusahaan pelayaran maupun perusahaan angkutan lainnya. Namun ada satu rekanan bisnisku yang akan kuceritakan dalam kisah ini. Sebut saja Susi, begitu nama sales executive dari sebuah pelayaran di kota S, bertinggi badan kurang lebih 165 cm, dengan postur tubuh proporsional dan busung dada 36. Hidungnya mancung dan rambut hitam ikal sebahu. Perusahaannya memang bonafide, sehingga beberapa pekerjaan skala besar dapat terkirimkan dengan baik. Jujur saja dalam hati kecil ini juga kagum pada kecantikan Susi dan sebagai lelaki normal yach secara tak sengaja melihat sisi dalam pahanya saat disilangkan yang membuat seonggok daging kenyal disela-sela pahaku, “unjuk diri”.
Sebagai relasi yang baik Susi terkadang mengajak lunch di luar ataupun hanya memberiku cindera mata atau selepas kerja kami nongkrong di kafe musik. Pada saat itulah Susi bertanya banyak tentang diriku dan kujawab semua dengan benar, aku memang suka berterus terang termasuk keadaan diriku yang sudah berkeluarga yang mempunyai seorang putra 2,5 tahun dan istriku sedang mengandung 8 bulan. Akhirnya aku pun tahu bahwa Susi adalah menjadi simpanan boss-nya bule More >
