Kumpulan Cerita Orang Dewasa
Archive for August, 2008
Indahnya Pelabuhan Singapura
Aug 31st
Indahnya Pelabuhan Singapura
Perkenalkan nama saya Agus dan saat ini saya bekerja sebagai IT specialist di salah satu perusahaan IT terkemuka di Singapore. Saya sangat betah bekerja di perusahaan ini karena lingkungannya yang sangat international. Sebagai informasi, kantor saya mempunyai kurang lebih 90 karyawan yang berasal dari 25 negara.
09.15, Mei 2000 Raffles Place, Singapore
Ketika sedang asyik-asyiknya mengecek email, saya melihat Andrew, Manajer Personalia perusahaan tempat saya bekerja berjalan masuk ke ruangan kantor. Nah yang menarik tentu saya bukan Andrew, melainkan sesosok cewek yang berjalan di belakang dia.
Saya memperhatikan Andrew memperkenalkan cewek tersebut ke rekan kantor saya dan saya langsung menebak bahwa dia adalah karyawan baru.
“This Martha, our new employee in Marketing” demikian Andrew memperkenalkan saya. Saya memperkenalkan diri saya dan menjabat erat tangannya yang putih mulus.
Mata saya dan mata Martha bertemu, saya melihat sorot mata yang tajam dan ada kejenakaan disana. Dia berasal dari Indonesia lulusan Australia. Nantinya saya tau kalau dia berumur 31 tahun, lahir di Jakarta, sekolah dan tinggal selama hampir sepuluh tahun di Australia, dan memakai bra 34B hehehe, apa hubungannya ya?
Karena kita berdua sama-sama berasal dari Indonesia, akhirnya persahabatan terbina di antara. Bermula dari ajakan makan siang, nonton, makan malam, dsb. Sayangnya Martha sudah berkeluarga. Suaminya adalah More >
Indahnya Pantai Parangtritis
Aug 31st
Indahnya Pantai Parangtritis
Sewaktu kuliah di Kota Y, tahun 1997 aku punya kenangan indah di kota ini. Aku kenal dengan seorang gadis yang bekerja di salah satu kios buku di mana aku sering membeli atau hanya sekedar melihat-lihat buku serta mencari bahan untuk kliping.
Aku sempat pacaran dengannya dan menyimpan kenangan indah. Namun sejak dia menikah, maka aku jarang ketemu, bahkan sampai aku lulus kuliah dan sekarang telah bekerja tak tahu di mana dia berada. Tulisan ini kubuat untuk mengenang Sri yang telah “Memperjakai” aku, untuk pertama kalinya aku melihat susu dan memek yang sebenarnya. Biasanya aku melihat kedua benda tersebut di majalah atau BF.
*****
Awalnya aku membeli buku di kawasan shopping centre, konon karena harga buku disana rata-rata lebih murah 20% bila dibanding dengan harga toko buku dengan judul dan penerbit yang sama, bahkan ada sampai selisih 30%. Bagi mahasiswa harga itu sangat menarik, karena bisa menghemat uang saku. Dari diskon beli buku itu dapat untuk nambah jajan atau kegiatan lain.Terlebih lagi kiriman wesel dari orang tua kadang terlambat.
Dari seringnya buku itu aku menjadi kenal dengan salah seorang SPG kios buku A di Shoping Centre. Bahkan kalau aku cari buku (kadang hanya lihat-lihat doang) dan memilih-milih agak lama begitu kadang aku dibelikan More >
Implementasi Dengan Pembaca – 2
Aug 31st
Implementasi Dengan Pembaca – 2
Dari Bagian 1
Jari-jari tangan sinto terus bergerilya di selangkanganku, bibir vaginaku dielus naik turun sementara jari telunjuknya terus memilin-milin klitorisku bagaikan mata bor hingga aku merasakan kegelian yang bercampur nikmat, dadaku terdorong ke depan hingga payudaraku menyentuh dan menggesek dadanya yang bidang. Aku tidak memakai bra sehingga payudaraku hanya terpisah oleh T shirt dan hem Sinto yang tipis saja. Ada kenikmatan saat puting susuku menyentuh dada Sinto.
Tak lama kemudian aku pun melenguh bagai anak sapi, kepalaku tertarik ke belakang karena menahan nikmat, dadaku semakin menekan ke depan, dan.. Ada muncratan dari dalam liang vaginaku. Aku pun mengalami orgasme saat jari-jari Sinto mulai dimasukkan ke dalam liang vaginaku. Sinto mengetahui apa yang baru saja kualami, maka dengan sengaja jarinya memainkan klitorisku dengan semakin intens, gesekannya kurasakan semakin liar dan semakin menambah kenikmatan, rasanya mengalir ke puncak kepalaku dan berhenti tepat di atas ubun-ubunku.
Selesai memuaskanku dengan jarinya, Sinto bukannya segera mencuci tangannya yang belepotan dengan air cintaku, tapi jarinya malah dijilati satu persatu seakan mendemonstrasikannya padaku. Selesai membayar bill, Sinto membisikkan ajakan ke telingaku..
“Yuk, kita teruskan di Hotel, Lia..!” “Jangan sekarang dong!”, tolakku dengan halus. “Kita kan baru saja berkenalan dan baru kali ini kita bertatap muka, lain More >
Implementasi Dengan Pembaca – 1
Aug 31st
Implementasi Dengan Pembaca – 1
Dari sekian banyak email yang masuk ke mail box-ku ternyata hanya ada dua email yang dikirim oleh cewek, yang satu menegurku dengan sopan, meminta agar aku tidak meneruskan kontak dengan suaminya, kubalas emailnya sambil menanyakan siapa nama suaminya, karena terus terang aku tidak kenal dan tidak tahu yang mana suaminya.
Memang kuakui ada beberapa email yang kubalas dan ada beberapa orang yang sempat kontak per telepon denganku setelah memenuhi semua persyaratan yang kuajukan, namun emailku belum mendapat balasan hingga aku juga tidak tahu yang mana suaminya? Yang satu lagi dari cewek, inisialnya LW, dia menyatakan bahwa dia juga pernah mengalami dijilat vaginanya oleh cowoknya, jilatannya tak kalah hebatnya, demikian tuturnya dalam email.
Selebihnya email yang masuk ke mail box-ku dari cowok-cowok yang iseng dan main langsung mengajak kenalan dan making love, ha.. ha.. ha..! Emangnya dikira aku cewek murahan yang bisa langsung diajak ke tempat tidur. Walaupun aku suka dan menikmati sex namun aku bukanlah cewek murahan apa lagi harus dibayar untuk itu, aku mau karena berdasarkan suka sama suka, karenanya dari email yang masuk semua kujawab, namun bila ingin berlanjut untuk berkenalan dan mengobrol, aku punya kiat tersendiri untuk menyeleksi mereka dan rata-rata mereka rontok semua karena takut More >
Ilalang Patah 02
Aug 31st
Ilalang Patah 02
Sambungan dari bagian 01
Tanganku bergerak tanpa terencana mengelus lehernya. Ika membalas dengan menekan punggungku. Mungkin itu tanda dia terpengaruh. Ada urat kecil yang berdenyut cepat di lehernya. Matanya menutup membuka dengan ritme tidak teratur begitu tanganku mulai turun. Aku memperhatikan dada putihnya yang seperti membesar dan keras. Daerah itu kubelai sekelilingnya. Gerakan ini membuat tekanan di punggungku makin kuat. Perlahan tapi pasti, jariku menelusup ke balik bra-nya. Dia melenguh tertahan. Tangannya pindah memeluk leherku. Kakinya juga bergerak menyilang saling himpit. Tidak dapat menahan diri, bra-nya kugeser naik. Ah, bukit kembar putih seperti salak terkupas kulitnya itu amat memikat. Seperti inikah dada seorang gadis? desahku dalam hati.
Tiba-tiba Ika bergerak. Tangannya menutup dua bukit kembarnya. “Risih dilihat-lihat,” ringisnya, tapi lebih mirip senyum. Kususupkan tanganku ke belakang tubuhnya dan melepas pengait bra. Kulepas hati-hati, berharap dia tidak melarang. Ika menatap tajam begitu kuraih tangannya ke leherku. Kini dari pinggang ke atas, tubuhnya terbuka. Dalam keadaan begitu, Ika lebih mirip bayi cantik yang menggemaskan. Dia memperhatikanku melepas kaosku sendiri. Kami sudah sama-sama tidak berpenutup dada saat aku setengah telungkup di atas tubuhnya.
Kembali kukecup dua kelopak matanya yang segera menutup. Turun ke hidung hingga akhirnya menempel di bibirnya. Dalam posisi begitu, dadanya yang More >
